Doa Alquran


Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Ia merupakan makhlukpaling semupurna yang diciptakan fi ahsani taqwim. Namun, di sisi lain,manusia juga sangat lemah. Perhatikanlah seekor ayam yang baru menetas, dalambeberapa saat mampu berjalan dan berlari mengiringi orang tuanya. Namunmanusia, baru setelah beberapa tahun mampu berjalan terbata-bata hinggaakhirnya ia bisa berjalan secara utuh.
Di samping itu, manusia memiliki tanggung jawab yang besarkepada Sang Penciptanya. Di dunia, mereka dikarunia segala hal, dan sebagaikonsekuensinya, semuanya tidak luput dari pertanggung jawaban. Manusia jugadibebani dengan ibadah kepada Allah. Perintah untuk mendekatkan diri kepada-Nya,supaya segala hal dalam kehidupan di dunia ini berjalan dengan lancar.

Memandang lemahnya manusia dan tanggung jawab yang merekamiliki, Allah memberikan suatu sarana bagi manusia untuk khusus curhat kepada-Nya.Allah memberikan suatu jalur untuk itu yang disebut dengan doa. Denganberdoa—tentunya juga usaha—manusia diharapkan dapat memenuhi segalakewajibannya dan mendapatkan semua haknya sebagai makhluk. Dan untuk itu, doaini amatlah penting.

Memperhatikan hal ini, perlu kiranya diketahui seluk-beluk dansegala hal mengenai doa. Banyak orang yang tidak mengetahui pasti apa yangdimaksud doa, bagaimana caranya, adab-adab, waktu, dan lafaz-lafaz yangdianjurkan dalam doa.

Definisi Doa

Doa dalam bahasa Indonesiamerupakan kata serapan dari bahasa Arab, yaitu الدعاء. Ia merupakan derivasi dari kata دعا yang merupakan fi’il madhi yangsekaligus menjadi akar katanya. Sementara  kata الدعاء itu sendiri  merupakan bentuk mashdar. Dalam Kamusal-Muhith, doa berarti ungkapan butuh kepada Allah.[1]Sementara Ibnu Sayyidah mendefinisikan doa menjadi permintaan seorangyang membutuhkan mengenai suatu pekerjaan kepada yang lainnya. Hal ini berarti,jika maknanya ditarik kepada kedudukan manusia sebagai hamba dan Allah sebagaiTuhan, maka doa merupakan permintaan manusia mengenai sesuatu kepada Allah swt.Menurut Ibnu Rummani, sebagaimana yang dikutip oleh Ibnu Sayyidah, doa kepadaAllah mempunyai dua makna. Pertama, permintaan yang pada taraf lafdzidan ma’nawi bermakna pengagungan dan pujian, dan kedua, sebagaiungkapan permintaan ampun dan pemberian nikmat.[2]

Pengertian lainnya dapat dilihatdi Kamus Lisan al-Arab yang secara panjang lebar membahas maksud daridoa tersebut. Kata wad’u syuhada’akum pada surat al-Baqarah ayat 23berarti istighatsah (permintaan pertolongan). Ibnu Manzhurmengilustrasikan makna kata ini dengan suatu kondisi dimana seseorang bertemumusuhnya yang berkelompok. Mereka berkata, “wad’u al-muslimmin”. Artinya,mereka memberi kesempatan kepadanya untuk meminta pertolongan kepadasaudara-saudara seimannya. Namun, kadangkala doa juga berarti ibadah,[3]seperti yang tertulis dalam surat al-A’raf ayat 194:

إن الذين تدعون من دون الله عباد أمثالكم فادعوهم فليستجيبوا لكمإن كنتم صادقين

Artinya:Sesungguhnya mereka (berhala) yang kamu sembah selain Allah adalah makhluk(yang lemah) yang serupa denganmu. Maka beribadahlah kamu kepada merekalalu minta perkenankanlah kepada mereka jika kamu orang yang benar!

Kata  tad’unapada ayat ini bermakna ibadah. Dalam konteks ini, ayat ini ditujukan bagimereka yang beribadah terhadap berhala. Imam Zamakhsyari manyatakan bahwa ayatini menyatakan isytihza’ (mengolok-olok) bagi kaum kafir yang menyembahberhala.[4] Gampangnya, ayattersebut dapat diungkapkan dengan bahasa, “Mengapa kamu menyembah berhala,padahal berhala itu juga makhluk yang sama sepertimu?” Abu Ja’farberpendapat—sebagaimana dikutip Ibnu Jarir al-Thabari—ayat ini berbicaramengenai kepercayaan kaum yang beribadah kepada berhala, padahal berhala itutidak memberi manfaat dan mudharat sekalipun. Jika engkau (penyembah berhala)masih meyakini bahwa berhala tersebut memberi manfaat dan mudharat, makaberdoalah kepadanya, jika doa kalian tidak dikabulkan, maka yakinilah bahwaberhala tersebut tidak mampu melakukan apapun.[5]

Ditarik kepada cakupan yang lebih sempit, doa kepada Allahmencakup tiga makna. Pertama, ungkapan pengesaan dan pujian terhadapAllah swt, sebagaimana dalam lafaz “Rabbana laka al-hamdu”. Begitu jugadengan kalimat-kalimat tahlil, tahmid, tamjid, takbir, merupakan doa kepadaAllah swt, karena pada dasarnya kalimat-kalimat tersebut diucapkan dalam rangkamengharapkan pahala dari Allah swt. Kedua, ia berarti ungkapanpermohonan ampun, rahmat, dan segala hal yang bisa mendekatkan diri kepadaAllah, sebagaimana dalam lafaz “Rabbana igfir lana”. Dan ketiga, sebagaipermohonan bagian atau nasib di dunia, seperti digambarkan kalimat “Rabbiurzuqni malan wa waladan.”[6]

Dari beberapa definisi yang disampaikan di atas, penuliskembali mengemukakan definisi yang menurut pandangan penulis cukup mewakilisemua definisi di atas. Definisi tersebut berasal dari Ibnu Taimiah. Beliaumenyatakan bahwa doa itu mempunyai dua makna; ibadah dan permintaan.[7] Kedua hal tersebutmenurut hemat penulis merupakan inti dari makna definitif doa. Istighatsahmerupakan permintaan dan puji-pujian kepada Allah merupakan ibadah. Singkatnya,kedua hal ini merangkum semua cakupan makna doa yang disampaikan di atas.

Tidak jarang, term doa digandeng dengan term zikir. Padaaplikasinya sehari-hari, doa juga sangat dekat dengan zikir. Dan doa pun tidakmungkin dilakukan melainkan dalam keadaan zikir (ingat) kepada Allah swt.Setiap selepas shalat, wiridan berupa zikir dan doa berjamaah pun bukanlah halyang asing bagi masyarakat. Jadi, seolah-olah zikir dan doa  merupakan hal yang identik satu sama lainnya.

Al-Fairuz Abadi memberikan banyak makna terhadap zikir.Zikir adalah menjaga sesuatu, sesuatu aktifitas yang berlangsung di lidah,pemuliaan, pengagungan, shalat kepada Allah, dan doa.[8] Seirama denganAl-Fairuz Abadi, Ibnu Manzhur juga mendefinisikan zikir sebagai menjaga sesuatudan aktifitas yang berlangsung di lidah. Berikutnya, beliu juga menyatakanbahwa zikir ada shalat, doa, dan pengagungan kepada Allah swt. Menurut IbnuAbbas, zikir adalah shalat, zikir adalah baca Al-Qur’an, zikir adalah doa,zikir adalah tasbih, zikir adalah syukur, dan zikir adalah taat.[9] Dan Imamas-Shan’ani dalam menjelaskan doa juga menyebutkan bahwa doa adalah zikir.[10] Ternyata memang,salah satu makna zikir adalah doa, jadi tidak salah jika doa diidentikkandengan zikir.

Tinjauan Qur’an dan Sunnah

Al-Qur’antelah berbicara banyak mengenai doa, baik doa dalam artian ibadah, maupun doadalam artian permintaan. Berikut ini akan dipaparkan beberapa ayat yangberkenaan dengan doa berikut analisisnya.

Sebagaimanatelah disinggung sedikit sebelumnya, salah satu arti doa adalah ibadah, dansalah satu ayat yang menjelaskan makna doa dalam artian ibadah adalah suratal-A’raf 194:

إن الذين تدعون من دونالله عباد أمثالكم فادعوهم فليستجيبوا لكم إن كنتم صادقين

Artinya: Sesungguhnyamereka (berhala) yang kamu sembah selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yangserupa denganmu. Maka beribadahlah kamu kepada mereka lalu mintaperkenankanlah kepada mereka jika kamu orang yang benar!

PadaAl-Qur’an terjemahan yang selama ini beredar, kata فادعوهم diterjemahkan dengan kata“maka berdoalah kamu”. Namun, setelah memeriksa maksud dari katatersebut, penulis berinisiatif dan memberanikan diri untuk menterjemahkannyamenjadi “maka beribadahlah kamu.” Inisiatif ini didasari oleh beragampenafsiran para ulama yang cenderung menafsirkan ayat tersebut berbicara dalamkonteks ibadah atau penyembahan selain kepada Allah.

TurjumanAl-Qur’an, Ibnu Abbas, berpendapat, “Jika kalian meyakini bahwa berhalatersebut adalah Tuhan, maka sembahlah ia! Setelah itu, perhatikanlah, apakahmereka memberimu pahala atas ibadahmu dan ganjaran atas keburukanmu?”[11] ImamNaisaburi juga menyatakan bahwa ayat ini merupakan ta’jiz bagi kaum yangmenyembah berhala. “Bagaimana mungkin kalian menyembah benda mati?” ungkapnya.Aspek ta’jiz tersebut sangat jelas pada ayat ini, sebab jika dihadapkankepada orang yang berakal sehat, secara pasti mereka menyadari bahwaberhala-berhala tersebut sangat tidak pantas untuk disembah sekaligus menjaditujuan seorang hamba untuk beribadah. Lantas, mengapa mereka tetapmenyembahnya? Bukankah ini suatu kebodohan? Bahkan, berhala-berhala tersebutlebih jelek dan lebih lemah dibanding penyembahnya, sebagaimana yang dijelaskanayat berikutnya.[12]

Berikutnya,hal yang berkenaan dengan doa juga dapat dilihat dari surat Al-Baqarah ayat186:

وإذا سألك عبادي عني فإني قريبأجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون

Artinya: Danjika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnyaAku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku,maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar merekamemperoleh kebenaran.

Apabila seorang hamba menanyakan tentang Allah kepadaRasulullah, menurut Ibnu Abbas, maka jawablah bahwa Aku (Allah) dekat untukselalu bisa manjawab doanya. Maka dari itu, hendaklah mereka ta’at kepada-Kudan Rasul-Ku supaya mereka ditunjuki dan sekaligus dijawab doanya.[13]

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim dan TafsirAl-Thabari, diriwayatkan beragam asbab al-nuzul ayat ini. Tapi, padadasarnya, perbedaan itu berkaitan dengan pertanyaan seorang sahabat kepadaRasulullah mengenai keberadaan Allah terhadap mereka pada satu sisi, danmengenai kapan mestinya mereka berdoa pada sisi lain. Mengenai waktu ini, iamerupakan respon sahabat mengenai surat Ghafir ayat 60. Pada ayat itudijelaskan perintah untuk berdoa kepada Allah, lalu datanglah pertanyaan darisahabat, “Kapan?” maka, turunlah ayat ini. [14]

Ayat di atas juga menjelaskan mengenai salah satu adabberdoa. Salah satu asbab al-nuzul ayat ini menceritakan sahabatyang mengucapkan doa dengan berteriak, sehingga Rasulullah bersabda:

فإنَّكم لا تدعون أصمّ ولا غائبًا، إنما تدعون سميعًا بصيرًا، إنالذي تدعون أقربُ إلى أحدكم من عُنُق راحلته[15]

Artinya: Sesungguhnyayang kalian seru bukanlah tuli dan juga bukan ghaib, sesungguhnya yang kamuseru Maha Mendengar dan Maha Melihat, sesungguhnya yang kamu seru lebih dekatkepada salah seorang darimu daripada urat lehernya sendiri.

Perhatikansabda Rasulullah saw dari Samarah bin Jundab berikut ini:

أحب الكلام إلي الله أربع لا يضرك بأيهن بدئت: سبحان اللهوالحمد لله و لا إله إلا الله والله أكبر. أخرجه مسلم

Artinya: Kalimat yang paling dicintai Allahada empat macam, yang dari mana engkau mulai, tidak bermudharat bagimu: MahaSuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, dan AllahMaha Besar. (HR. Muslim)

Keempat kalimat di atas sangatdicintai Allah karena semuanya mengandung nilai tanzih terhadapsifat-Nya. kalimat tersebut menyampaikan keesaan Allah swt, kebersihan, dankesucian-Nya.[16]

Hadis ini berisikankalimat-kalimat yang lazim dipakaikan ketika doa dan zikir. Memang, denganmenggunakan kalimat ini, berarti hamba telah memuji Tuhannya. Seperti halnyaAl-Fatihah, yang sebagiam pertama berisikan pujian terhadap Allah swt, dansebagian terakhir berisikan doa. Jadi, dikala berdoa, dianjurkan menggunakankalimat puji-pujian terhadap Allah, baru setelah itu menyampaikan permintaankepada-Nya.

 Lafaz doa dari Al-Qur’an danSunnah

Imam Sa’id bin Ali bin Wahabal-Qahthani telah mengumpulkan lafaz-lafaz doa yang berasal dari Al-Qur’an danSunnah. Beliau berhasil mengumpulkan 122 contoh lafaz doa dan 43 di antaranyaberasal dari Al-Qur’an, seperti:

  1. ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لناوترحمنا لنكونن من الخاسرين (الأعراف : 23(
  2. رب إني أعوذ بك أن أسألك ما ليس ليبه علم وإلا تغفر لي وترحمني أكن من الخاسرين )هود: 47(
  3. رب اغفر لي ولوالدي ولمن دخل بيتيمؤمنا وللمؤمنين والمؤمنات )نوح : 28(
  4. ربنا تقبل منا إنك أنت السميعالعليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم )البقرة :127 ، 128(
  5. رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتيربنا وتقبل دعاء )إبراهيم : 40(
  6. اللهم إني أعوذ بك من العجز والكسل، والجبن والهرم والبخل ، وأعوذ بك من عذاب القبر ، ومن فتنة المحيا والممات (البخاري 7 / 59 ، ومسلم 4 / 2079)
  7. اللهم أصلح لي ديني الذي هو عصمةأمري ، وأصلح لي دنياي التي فيها معاشي ، وأصلح لي آخرتي التي فيها معادي ، واجعلالحياة زيادة لي في كل خير ، واجعل الموت راحة لي من كل شر (أخرجه مسلم 4 / 2087)
  8. اللهم إني أسألك الهدى ، والتقى ،والعفاف ، والغنى (أخرجه مسلم 4 / 2087)
  9. اللهم آتنا في الدنيا حسنة ، وفيالآخرة حسنة ، وقنا عذاب النار (البخاري 7 / 163 ، ومسلم 4 / 2070)
  10. اللهم إني أعوذ بكمن فتنة النار وعذاب النار ، وفتنة القبر ، وعذاب القبر ، وشر فتنة الغنى ، وشرفتنة الفقر ، اللهم إني أعوذ بك من شر فتنة المسيح الدجال ، اللهم اغسل قلبي بماءالثلج والبرد ، ونق قلبي من الخطايا كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس ، وباعد بينيوبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب . اللهم إني أعوذ بك من الكسل والمأثموالمغرم (البخاري 7 / 161 ، ومسلم 4 / 2078)[17]

Lafaz-lafazdi atas hanyalah sebagian kecil dari lafaz doa yang ada dalam Al-Qur’an danjuga Sunnah, dan sangatlah baik untuk menggunakan lafaz-lafaz tersebut dalamdoa sehari-hari.

Hal-hal lain mengenai doa

Allahsudah pasti akan menjawab doa manusia. Jika seseorang berdoa, paling tidak diaakan mendapatkan 3 macam perlakuan; dikabulkan waktu itu juga, ditundapengkabulan doanya, atau diganti dengan hal lain yang lebih baik untuk pendoa.Hal ini sebagaimana yang diinformasikan sabda Rasulullah:

إنه لا يضيع الدعاء بل لا بد للداعي من إحدي الثلاث: إما انيجعل له دعوته وإما أن يدخرها له في الأخرة وإما ان يصرف عنه من السوء مثلها(أخرجه أحمد)

Artinya: Sesungguhnya Allah tidakmenyia-nyiakan doa salah seorang di antara kamu, melainkan mestilah bagi orangyang berdoa salah satu dari 3 perkara: mengabulkan Allah doanya, atau menundanyahingga di akhirat, atau menggantinya dengan yang lainnya. (HR. Ahmad)[18]

Untuk itu, perlulahbeberapa kiat yang mesti dijalankan ketika berdoa, dengan orientasi melakukandoa terbaik dan Allah mengabulkan doa tersebut. Hal ini bisa berupa adab dalamberdoa. Tidak dipungkiri, ketika menghadap manusia dalam rangka memintapertolongan, seseorang terikat suatu adab sopan-santun. Apalagi ketikaberhadapan dengan Allah, tentunya di sana juga terdapat kode etik yang harusdiperhatikan.

Berikut inidisampaikan beberapa adab dalam berdoa yang dikutip dari kitab ad-Du’awa Yalihi al-‘Ilaju bi Ruqyi min Kitab wa Sunnah:

  1. Berdoa dengan rasaikhlas
  2. Memulai dan menutupdoa dengan memuji Allah dan shalawat kepada Rasulullah
  3. Yakin dengan apayang didoakan dan yakin bahwa doa akan dikabulkan
  4. Perlahan-lahan dantidak terburu-buru
  5. Menghadirkan hatidalam doa
  6. Berdoa dalamkeadaan lapang maupun sempit
  7. Tidak berdoamelainkan hanya kepada Allah
  8. Memelankan suaraantara terdengar dan tidak
  9. Mengingat dosa danistighfar atasnya dan mengingat nikmat dan mensyukurinya
  10. Tidak dituntutbersajak dalam doa
  11. Tunduk, khusu’,harap, dan takut
  12. Menolak kezhalimandan bertaubat
  13. Menghadap kiblat
  14. Mengangkat tangan
  15. Berwudhu’ sebelumberdoa
  16. Memulai doa untukdirinya sendiri sebelum mendoakan orang lain
  17. Bertawassul dengan AsmaAllah, atau amalan shaleh, atau doa seseorang yang shaleh
  18. Menggunakan pakianyang halal, makanan dan minuman yang halal juga
  19. Tidak mendoakankesalahan atau pemutusan sillaturrahim
  20. Menyuru kepada ma’rufdan menghalangi kemungkaran
  21. Menghindarikazhaliman

Di samping itu,juga ada beberapa waktu yang dinilai lebih jika berdoa di dalamnya:

  1. Malam lailahal-qadr
  2. Pada penghujungakhir malam
  3. Selepas shalatfardhu
  4. Antara azan daniqamah
  5. Dikala azan
  6. Disaat hujan turun
  7. Di majlis zikirmuslimin
  8. Doa di bulanRamadhan
  9. Doa di hari Arafah
  10. Doa seseorangterhadap saudaranya di dalam hati
  11. Selepasmeninggalnya seseorang
  12. Jika tidur dalamkeadaan suci, dan bangun lalu berdoa
  13. Sewaktu sujud
  14. Ketika minum airzamzam
  15. Berdoa sesaat dihari Jumat
  16. Dikala bala tentaramuslim berkumpul untuk perang.

 Kesimpulan

Doamerupakan hal yang penting dalam hidup. Nurani manusia mengakui adanya suatukekuatan besar yang menguasai seluruh jagad ini—Tuhan. Orang yang mengakuiadanya Tuhan akan selalu butuh kepada-Nya. Beragam cara menunjukkan kebutuhanmanusiawi kepada Tuhan, salah satunya doa.

Doa berartipermintaan, namun di sisi lain ia juga berarti ibadah. Dengan doa, diharapkanseorang hamba akan lebih dekat dengan Allah, sehingga mendapatkan rahmat yangbanyak dari-Nya. Tidak jarang, doa digandeng dengan zikir, karena keduanyamemang identik satu sama lain.

Banyakayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan doa, mulai dari anjuran, cara, danlafaz-lafaznya, begitu juga dengan sunnah. Dengan Al-Qur’an dan Sunnah,didapatkan informasi mengenai cara-cara dan waktu-waktu yang dianjurkan untukberdoa.

[1] Al-Fairuz Abadi, Kamus al-Muhith Juz 3hal. 419, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[2] Ibnu Sayyidah, al-Mukhasish Juz 3 hal.166, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[3] Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab Juz 14 (Beirut:Dar Shadir, t.th), hal. 257.

[4] Zamakhsyari, al-Kasyaf Juz 2 hal. 324, CDMaktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[5] Al-Thabari, Tafsir al-Tabari Juz 13 hal.321, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[6] Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab Juz 14, hal.257.

[7] Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa Juz 10hal. 238, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[8] Al-Fairuz Abadi, Kamus al-Muhith Juz 1hal. 411.

[9] Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab Juz 4, hal.308.

[10] As-Shan’ani, Subul as-Salam Juz 4 (Bandung:Diponegoro, t.th), hal. 212

[11] Imam al-Baghawi, Ma’alim al-Tanzil Juz 3hal. 315, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[12] Imam al-Naisaburi, Tafsir al-NaisaburiJuz 4 hal. 46, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008.

[13] Ibnu Abbas, Tanwir al-Miqyas fi TafsirIbni Abbas Juz 1 hal. 30, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana,2008.

[14] Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-AzhimJuz 1 hal. 505, CD Maktabah al-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008 danAl-Thabari, Tafsir al-Tabari Juz 3 hal. 482.

[15] Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-AzhimJuz 1 hal. 506.

[16] As-Shan’ani, Subul as-Salam Juz 4, hal.217.

[17] Imam Sa’id bin Ali bin Wahab al-Qahthani, ad-Du’awa Yalihi al-‘Ilaju bi Ruqyi min Kitab wa Sunnah hal. 7, CD Maktabahal-Syamilah, Pustaka Ridwana, 2008

[18] As-Shan’ani, Subul as-Salam Juz 4,hal. 212

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s