Tadwin al-Qur’an



A.       Pendahuluan
Pengumpulanal-Quran mempunyai dua pengertian, yaitu penghafalan dan penulisan. Pengertianini didasari oleh kata jam`ahu (penghimpunannya)sebagaimana yang termaktub dalam surat al-Qiyamahayat 17: “Sesungguhnya di atas Kami-lahpenghimpunannya (didadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.”
Dalam artianpenghafalan, Allah telah mengaruniakan kepada Muhammad lebih dahulu sebelumkepada orang lain. Beliau merupakan sayyidulhuffadz dan awwalu al-jumma’u.[1]Muhammad sangat perhatian dan bersungguh-sungguh dalam menghafal al-Quran.Begitu besar keinginan beliau untuk menghafal al-Quran. Rasululluah jugamemerintahkan para sahabat untuk menghafal al-Quran. Sikap antusias parasahabat juga sangat besar dalam menghafal al-Quran. Beliau menjadi contoh yangpaling baik terhadap para sahabat dalam menghafalnya. Dari kitab Shahih Bukhari, dalam 3 hadits,dikemukakan ada 7 orang penghafal al-Quran: Abdullahbin Mas’ud, Salim, Mu’adz bin Jabbal, Ubay bin Ka’ab, Zaib bin Tsabit, AbuDarda’, dan Abu Zaid.

Sebagaimana yangdisampaikan Bukhari, penyebutan tujuh huffadzbukanlah berarti pembatasan, karena sesungguhnya banyak sekali sahabat yangmenghafal al-Quran. Namun itu berarti bahwa mereka itulah yang hafal di luarkepala dan telah menunjukkan hafalannya kepada Nabi Saw, serta isnad-isnadnyasampai kepada kita sekarang.[2]
Tentangpengumpulan dalam arti penulisan, adalah melalui tiga periode, yaitu periodeRasulullah, periode Abu Bakar al-Shiddiq, dan periode Utsman bin ‘Affan.[3]
B.       Pengumpulan al-Quran pada Masa Nabi
Begitu besarperhatian Nabi Muhammad untuk menghafal dan memelihara al-Quran. Beliausenantiasa menggerakkan lidahnya untuk mengucapkan dan melatih hafalannyahingga hafal di luar kepala. Selanjutnya beliau memerintahkan beberapa sahabatuntuk menuliskan al-Quran, yaitu Abu Bakar, Umar bin al-Khattab, Utsman binAffan, Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Ubay bin Ka’ab, dan Zaidbin Tsabit, Khalid bin Walid, Tsabit bin Qais.[4] Merekamenulis al-Quran dengan menggunakan media lembaran kulit, daun, pelepah kurma,lempengan batu, pelana, dan potongan tulang belulang. Penulisan al-Quran timbulpada masa Nabi disebabkan karena tulisan dapat memperkuat hafalan.[5]
Dalam berbagaihadits dikemukakan mengenai penyusunan surah dan ayat al-Quran, bahwasanyapenyusunan tersebut berdasarkan petunjuk dari Rasulullah. Berbagai riwayathadits membuktikan banyak surah  yangurutannya disusun menurut petunjuk dari Rasulullah daripada yang menyatakanbahwa penyusunan tersebut berdasarkan ijtihad secara individu. Jumlah yangminor itu pun hanyalah berasal dari hadits yang sangat lemah, bahkan tidakjelas asal dan sumbernya, serta isnaddan riwayatnya hanya berputar di sekitar orang yang bernama Yazid al-Farisisebagaimana yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas. Jadi pendapat yang dibenarkan danyang diterima adalah yang menyatakan bahwa penyusunan surah dan ayat dalamal-Quran berasal dari petunjuk Rasulullah.[6]
C.       Pengumpulan al-Quran pada Masa Abu Bakar al-Shiddiq
Al-Quranseluruhnya rampung ditulis pada masa Rasulullah, hanya saja ayat-ayat dansurah-surahnya masih terpisah. Setelah wafatnya Rasulullah tampuk kekhalifahandipegang oleh Abu Bakar. Ia dihadapkan dengan beberapa peristiwa yangberhubungan dengan kemurtadan sebagian orang Arab. Hal ini mambuat Abu Bakarharus mempersiapkan pasukan untuk memerangi kaum murtad tersebut padapeperangan Yamamah pada tahun dua belas hijriah. Pada peperangan tersebut,tujuh puluh huffadz dari kalangansahabat gugur. Umar bin Khattab mengkhawatirkan hal ini, dan lebih jauh ia jugamengkhawatirkan seandainya di beberapa peperangan lain juga akan menyebabkangugurnya banyak huffadz lainnya.Sehingga ia mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan dan membukukanal-Quran. Namun Abu Bakar meragukan hal itu. Ia ragu untuk melakukan hal yangtidak dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah. Umar tetap membujuknyasehingga akhirnya Allah membukakan hatinya dan segera menyuruh Zaid bin Tsabituntuk mengumpulkan dan membukukan al-Quran.[7]
Zaid bin Tsabitmelaksanakan tugasnya tersebut dengan sangat hati-hati. Ia mengumpulkan darihafalan para huffadz dan tulisan parakuttab. Dalam pelaksanaannya,disyaratkan dua kesaksian, melalui hafalan dan tulisan dalam satu pendapat danmelalui dua orang menurut pendapat lainnya.[8]  Hasil usaha Zaid tersebut diselesaikan dalammasa satu tahun. Hasil jerih payah tersebut disimpan oleh Abu Bakar. Setelah iawafat pada tahun tiga belas Hijri, berpindah tangan kepada Umar dan selanjutnyasetelah ia wafat disimpan oleh Hafsah. [9]
D.       Pengumpulan al-Quran pada Masa Utsman
Setelah pembukuanal-Quran pada masa Abu Bakar telah selesai, ternyata pada masa Utsman terjadiperbedaan tentang cara membaca al-Quran. Keadaan tersebut disebabkan olehsamakin meluasnya kekuasaan Islam dan masyarakat tiap-tiap wilayah belajarkepada sahabat yang diutus ke wilayah tersebut. Perbedaan tersebut berkembangdan memuncak dan menjadi keadaan yang mencemaskan.
Dengan adanyakeadaan tersebut, Utsman meminjam mushaf yangada di tangan Hafshah untuk dikembalikan lagi. Beliau menyuruh Zaid bin Tsabitdan tiga orang Quraisy untuk menyalin mushaftersebut dengan memberikan pengarahan, “Bila saudara menemukan perbedaanpendapat dengan Zaid, maka tulislah dengan Bahasa Quraisy, karena al-Quranditurunkan menurut bahasa mereka.”[10] Hal inidilakukan untuk menghindari  perpecahan  yang  semakin memuncak  dan  agaral-Quran hanya terhimpun pada satu bahasa.
Setelahpenyalinan tersebut selesai, Khalifah Utsman mengirim salinan tersebut keibukota-ibukota propinsi dengan diiringi perintah untuk membakarsalinan-salinan yang dapat mengacaukan mushafstandar tersebut.[11]
Menurut IbnuHajar, mengenai proses penyalinan tersebut, panitia Zaid menyelesaikan tugasnyapada tahun 25 H, sedang menurut Balchere, panitia Zaid baru dibentik pada tahun30 H. Dr. Shubhi As-Shalih menyatakan bahwa pendapat yang benar adalah pendapatIbnu Hajar karena didukung oleh dasar riwayat yang kuat. [12]
Jumlah mushaf yang ditulis panitia Zaid menurutpendapat al-Zarqani ada enam. Satu mushafuntuk khalifah yang kemudian dikenal dengan sebutan “al-Mushaf al-Imam” , sementara lima mushaf lainnya dikirim ke daerah-daerah Islam disertai denganseorang sahabat ahli qira’ah. Untukkeperluan pengajaran qira’ah,khalifah mengirim Zaid bin Tsabit ke Madinah, Abdullah bin al-Saib ke Makkah, al-Mughirahbin Syihab ke Syiria, Abu Abdurrahman al-Salami ke Kuffah, dan Amir bin AbdulQais ke Basrah.[13]
E.        Penutup
Berbicaramengenai tadwin, tidak akan bisaterlepas dari aspek sejarah. Sebagaimana salah satu tujuan dari belajarsejarah, beberapa pelajaran penting dapat dipetik dari sejarah kodifikasi.Terlihat antusiasisme yang sangat  tinggidari para sahabat dan Rasulullah sendiri untuk menghafal dan menjaga al-Quran.Begitu juga dengan ketelitian dan kehati-hatian yang besar dalam upayapengumpulan al-Quran. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi kesalahan dalampenulisan dan penjagaan terhadap penjagaan otentisitas al-Quran.
Demikianlahmakalah ini kami buat. Dengan penuh kesadaran diri, masih banyak kesalahan dankekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Karenanya kritik dan saran yangkonstruktif akan diterima dengan senang hati. Mudah-mudahan makalah inimenggugah kegelisahan intelektual pembaca demi kemajuan ilmu pengetahuan.
Wallahu a’lamu bi al-shawwabu


[1] Subhi As-Shalih, MembahasIlmu-ilmu al-Quran terj: Tim Pustaka Firdaus, (Jakarta: Pustaka Firdaus,2004)  hal. 81
[2] Manna’ Khalil al-Qatthan, StudiIlmu-ilmu al-Quran terj: Mudzakir, (Jakarta: Halim Jaya, 2007)  hal.180-183
[3] Muhammad Abu Syuhbah, StudiUlumul Quran terj: Taufiqurrahman, (Bandung: Pustaka Setia, 2003) hal. 9
[4] Subhi As-Shalih, op. cit.  hal. 86
[5] Muhammad Abu Syuhbah, op. cit. hal.27
[6] Subhi as-Shalih, op.cit. hal. 91
[7] Manna’ Khalil al-Qatthan, op.cit.hal. 188
[8] Muhammad, op.cit. hal. 32
[9] Subhi, op.cit. hal.  97—98
[10] Masfuk Zuhdi, Pengantar UlumulQuran, (Surabaya: Karya Abditama, 1997) hal. 15
[11] Ahmad von Deffer, Ilmu Al-QuranPengenalan Dasar, (Jakarta: Rajawali Press, 1988) hal. 53
[12] Masfuk Zuhdi, op. cit. Hal.17
[13] Ibid, hal. 182
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s