Trend Sedekah Saat Lebaran


Mudik merupakan sebuah tradisi di Indonesia setiap menjelangberakhirnya Ramadhan. Pada pertengahan kedua dari bulan Ramadhan, yang kerapkali dibicarakan oleh orang dimana-mana adalah mengenai mudik. Mereka salingbertanya kepada kolega dan orang-orang terdekat, apakah ia ikut mudik Lebarantahun ini atau tidak. Bagi suatu wilayah, ada yang menempatkan ritual mudik inimenjadi suatu yang sangat penting. Bagaimanapun juga, Shalat Idul Fitri lebihafdhal apabila dilaksanakan di kampung halaman.
Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi di kampung halaman saya. Paraperantau, sedapat mungkin mudik ke kampunng halaman. Beberapa hari menjelang Lebaran,suasana kampung sudah mulai ramai. Mobil-mobil yang memiliki plat nomor luardaerah lalu-lalang di sekitar kampung. Para perantau pulang dengan membawakeberhasilan mereka. Lalu lintas semakin padat, hingga macet pun kerap kalitidak bisa dihindari.

Rasa cinta terhadap tanah kelahiran mulai dirasakan masyarakat justrusetelah mereka mulai pergi merantau. Sehingga, suatu saat mereka pulang,sedapat mungkin mereka melaksanakan hal yang bisa dilakukan dalam rangkamemberikan kontribusi positif terhadap kampung halaman dan warga sekitar rumahmereka, baik itu yang bersifat abstrak seperti ide, apalagi yang bersifatkongkrit seperti bantuan dana kepada masjid, panti asuhan, atau lembagakemasyarakatan lainnya. Kecenderungan seperti itu dirasakan semua perantaubagaimanapun jenis perantauannya, apakah yang sudah mendapatkan pekerjaan yanglayak atau tidak. bahkan pelajar sekalipun, meskipun belum berpenghasilan,mereka akan tergerak untuk menyisihkan sedikit banyaknya uang saku mereka untukdi sadaqahkan kepada masjid. Padahal, zakat fitrah mereka masih menjadi tanggunganorang tua.

Kenyataan psikologis seperti ini dimanfaatkan oleh lembaga tertentu,seperti sekolah, masjid, atau panti asuhan dengan sebaik-baiknya. Mereka menggunakan momen Idul Fitri sebagai momenpengumpulan dana. Normalnya, shalat Idul Fitri dilaksanakan pada jam 08.30 WIB.Namun, semenjak jam 07.30 masyarakat sudah berbondong-bondong mendatangimesjid. Saat-saat pra shalat ‘Ied dimanfaatkan untuk takbiran dan pengumpulandana. Pengurus mesjid sibuk mengumpulkan dana dari jama’ah. Bahkan yang bukanpengurus pun ikut turun tangan. Salah seorang dari mereka memegang mikrofonuntuk mengumumkan siapa saja yang bersedekah diminta dan tidak diminta.

Ritual ini sudah berjalan cukup lama. Sehingga tidak mengherankan jikasebuah lembaga merencanakan suatu gebrakan baru pasca Lebaran, baik berupapenambahan inventaris, renovasi bangunan, atau yang lainnya. Tampaknya semangatcinta kampung halaman terlihat jelas dari aktivitas ini. Mudah-mudahan fakta menjadisuatu pemicu untuk mencapai kemajuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s