Klausa


Setelah membahas kata dan kalimat lalu kemudian dilanjutkan dengan frasa, pada saat ini saya akan membahas klausa. Apa itu klausa? Sederhananya, klausa adalah kalimat, namun ia tidak lagi menjadi kalimat. Hal ini biasa terjadi karena ada penambahan kalimat lain, sehingga ia bergabung menjadi satu.
Perhatikan contoh berikut:
Saya menulis.
Kamu membaca.

Pada dasarnya, keduanya adalah kalimat yang terpisah. Akan tetapi, kedunya bisa digabung dengan menggunakan kata hubung tertentu, seperti dan.Jika demikian, maka kalimatnya menjadi:
Saya menulis dan kamu membaca.
Pada saat ini, ‘saya menulis’ maupun ‘kamu membaca’ bukan lagi kalimat yang sempurna, melainkan mereka masing-masing adalah klausa. Dipahami kan?
Jika dipahami, mari kita beralih kepada poin berikutnya. Klausa ditandai dengan berbagai kata hubung. Saya tidak tahu secara pasti apa saja kata yang terkait, akan tetapi beberapa kata yang sering digunakan adalah ‘walaupun, meskipun, oleh sebab itu, dan, atau, karena, sehingga, sementara, dsb’. Jadi, jika Kamu menemukan kalimat yang lumayan panjang, dan mengandung kata-kata di atas, maka kalimat tersebut tersusu atas beberapa klausa.
Ingat, klausa pada dasarnya adalah kalimat, oleh sebab itu ia tersusun oleh S + P. Jika ia gabungan beberapa kalimat, dan dengan kata hubung tertentu ia menjadi klausa, maka kalimat yang baru tersebut mungkin saja terdiri dari 2 subjek dan 2 prediket. Perhatikan contoh “Saya menulis dan kamu membaca” di atas. Kalimat tersebut mempunyai 2 subjek, saya dan kamu, dan 2 prediket, menulis dan membaca. So, gampang kan???
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s