#prayforhumanity


Pembunuhan adalah pembunuhan. Ia adalah perbuatan menghilangkan nyawa seseorang. Tak peduli siapa yang melakukan atau siapa yang menjadi korban, pembunuhan tetaplah pembunuhan. Akan tetapi, akibat dari perbuatan ini sebatas pada kehilangan nyawa korban. Sebutlah kasus pembunuhan si mungil Angelin tau si cantik Tata Chuby yang diberitakan secara luas sekaligus dalam oleh media.


Pada sisi lain, fitnah adalah fitnah. Ia adalah pembunuhan yang memunculkan kekhawatiran yang luas bagi masyarakat. Inilah yang dimaksud dengan al-fitnatu asyaddu min al-qatl atau al-fitnatu akbaru min al-qatl. Kata ‘fitnah’ di sana tidak bermakna ‘menuduh’ sebagaimana yang populer di Indonesia. Kata ini bermakna pembunuhan dan pengusiran yang mengakibatkan kegelisahan yang meluas di masyarakat. Pembunuhan Angelin atau Tata Chuby tidak terlihat memberikan kegelisahan bagi masyarakat. Pemberitaan dari kedua peristiwa tersebut memunculkan rasa empati terhadap korban dan celaan bagi pelaku.
Peristiwa penembakan dan pengeboman yang terjadi beberapa hari di Paris adalah fitnah. Peristiwa tersebut tidak hanya berakibat pada kehilangan nyawa para korban, melainkan juga pada kemunculan rasa khawatir bagi masyarakat di sekitarnya atau lebih luas lagi. Peristiwa-peristiwa lainnya di dunia, seperti di Syria, Palestina, Gaza, dan sebagainya. Semua itu adalah peristiwa-peristiwa biadap yang tidak bisa diterima oleh kode moral apapun.
Akan tetapi, fitnah adalah fitnah. Tidak peduli siapa pelaku atau siapa korbannya, fitnah adalah fitnah. Dari itu, saya berada dalam satu kapal dengan mereka yang menyuarakan untuk #prayforgaza, #prayforsyiria, #prayforpalestine, dan sebagainya. Namun begitu, saya juga sepaham dengan #prayforparis. Semua kejadian tersebut adalah peristiwa yang memilukan, yang semestinya mengusik rasa kemanusiaan kita.
Yang saya tolak adalah #noprayforparis. Seiring dengan meluasnya pemberitaan di Paris, tagline ini juga menyebar luas secara viral. Ketimpangan pemberitaan dari media adalah urusan media dan politik, sementara peristiwa-peristiwa fitnah tersebut adalah peristiwa kemanusiaan. Politik memang sering muncul dalam wajah suram dan munafik. Akan tetapi, tidak ada alasan untuk antipati terhadap peristiwa di Paris karena kecemburuan terhadap pemberitaan media. Tidak ada alasan untuk tidak kembali ke sisi kemanusiaan kita, bahwa semua peristiwa tersebut adalah sebuah kebiadapan. Untuk itu, mari kita #prayforhumaniny.

Iklan

2 pemikiran pada “#prayforhumanity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s