Pengkhianatan HTI dalam Aksi Bela Islam

Dimuat di geotimes Selepas presentasi tentang tentang Aksi Bela Islam (ABI) di Friedlich-Schiller-Universität Jena, September lalu, dengan bahasa Indonesia yang patah-patah, seorang pengamat kajian Islam Asia Tenggara bertanya: “Bisa ya HTI bergabung dengan FPI?” Isu “Penistaan Agama” adalah pemersatu mereka. Diskursus ini ditampilkan sebagai panggilan iman; siapa yang tidak mengamini adalah kafir, paling tidak munafik, dan jenazahnya tidak pantas disalatkan. Front Pembela Islam (FPI) yang … Lanjutkan membaca Pengkhianatan HTI dalam Aksi Bela Islam

Selamat Natal tentang Sejarah Indonesia

“Di Indonesia, urusan Natal saat ini lebih banyak berbicara tentang hubungan intra agama; intra agama Kristen yang merayakannya, dan Islam yang memperdebatkannya. Sebaliknya, ia tak berbicara tentang hubungan antar agama, Islam dan Kristen.” Natal telah berlalu, dan ada baiknya kita berefleksi tentangnya. Setiap akhir tahun, umat Islam Indonesia selalu disibukkan dengan perihal yang sama, yaitu perdebatan tentang status hukum mengucapkan selamat Natal kepada tetangga/rekan Kristen. … Lanjutkan membaca Selamat Natal tentang Sejarah Indonesia

Islamisasi Nada dan Irama dari para Qaynah?

“Kemukakan tema menarik supaya diskusinya lebih hidup dan membuka celah baru dalam pengetahuan kita.” Barangkali itulah niat penyelenggara seminar “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al-Quran” di UIN Sumatera Utara (11 Desember 2017) ini. Tapi satu hal yang diabaikan ketika memilih tema ini adalah kesiapan publik menerima frase frontal semacam itu. Dari yang seharusnya menimbulkan rasa ingin tahu para mahasiswa terhadap topik perbincangan, yang lebih … Lanjutkan membaca Islamisasi Nada dan Irama dari para Qaynah?

Memperkenalkan UIN Jogja kepada Ust. Khalid Basalamah

Beberapa hari ini, saya kembali melihat video ceramah Ust. Basalamah yang menceritakan beberapa hal tentang masyarakat Jogja dan UIN Jogja. Kali ini saya hanya hendak mendiskusikan klaim-klaim beliau tentang UIN Jogja. Di samping itu, saya ingin pula memberikan informasi-informasi pengimbang, yang saya sarikan kembali dari esai yang pernah saya tulis dulu. Cerita ust. Basalah bermulai dari pengalaman buruk (yang berbuah manis, barangkali) yang beliau hadapi … Lanjutkan membaca Memperkenalkan UIN Jogja kepada Ust. Khalid Basalamah

Sejarah Minang yang Islami?

Jumat, 10 November 2017, pagi saya membaca tulisan menarik dari Saudara Anggun Gunawan yang dimuat Harian Singgalang. Dalam artikel itu, ia berupaya melakukan dekonstruksi sejarah Minangkabau melalui analisis asal muasal istilah ‘minangkabau’ itu sendiri. Mengutip dari Buya Mas`oed Abidin, ia mengungkap bahwa asal kata ‘Minangkabau’ adalah ‘Mukminan Ka an-Nabi’, frasa berbahasa Arab yang secara literal ia artikan ‘orang-orang beriman seperti ajaran Nabi’, meskipun secara pribadi … Lanjutkan membaca Sejarah Minang yang Islami?

Jilbab

Penggunaan terjemahan Al-Quran meningkat. Produksinya pun konsisten. Selain penerjemahan-penerjemahan individu yang dilakukan beberapa tokoh, pemerintah melalui Kementrian Agama juga mengeluarkan terjemahan Al-Quran resmi sejak tahun 1965. Beberapa tahun belakangan, himbauan untuk belajar Al-Quran melalui terjemahan meningkat. Untuk itu, ada baiknya dilakukan review beberapa persoalan yang muncul dalam penerjemahan Al-Quran. Dan kasus terbaik untuk memulainya adalah terhadap kata “jilbab”. “Jil.bab n kerudung lebar yang dipakai wanita … Lanjutkan membaca Jilbab

Membincang Spiritualitas Jalan Ketiga Ulil

dimuat di geotimes Beberapa hari lalu Ulil Abshar Abdalla membuat catatan singkat di laman Facebooknya tentang worldview baru yang ia ikuti (baca: FB Ulil Abshar Abdalla, 30/4/2017). Spiritualitas jalan ketiga, begitulah saya hendak menyebutnya saat ini. Tentang mengapa spiritualitas, karena saya meyakini bahwa bagi seorang santri, yang intelektualitas dan religiusitas Ulil terbentuk dalam dan dengan pengalaman itu, segala daya dan upaya adalah manifestasi dari spiritualitas; semuanya … Lanjutkan membaca Membincang Spiritualitas Jalan Ketiga Ulil

Re-Orientasi Metodologi Penelitian Al-Quran: Belajar dari Pengalaman Studi Indonesia-Jerman

disampaikan dalam Diskusi Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang, 20 Maret 2017 Sekilas tentang Studi Qur`an di Barat Ada banyak tulisan yang menjabarkan pengantar terhadap studi Qur’an oleh sarjana Barat seperti Abdullah Saeed dalam The Qur’an: Introduction (Saeed, 2008), Harmut Bobzin dalam Encyclopaedia of The Qur’an (Bobzin, 2002), Fazlurrahman dalam pendahuluan Major Themes (Rahman, 1996), Whitney Bodman (Bodman, 2009), dan sebagainya. Terminologi Western Scholarship … Lanjutkan membaca Re-Orientasi Metodologi Penelitian Al-Quran: Belajar dari Pengalaman Studi Indonesia-Jerman

Tentang Penistaan Al-Qur’an di Indonesia

dimuat di geotimes.co.id Isunya mungkin saat ini kriminalisasi Ulama. Meskipun begitu, tema religious blasphemy masih hangat. Selama persidangan peristiwa pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pulau Seribu masih berjalan, dan sepertinya selama tuntutan publik untuk menjatuhkan vonis hukuman baginya tidak terpenuhi, isu penistaan ini sewaktu-waktu akan muncul kembali. Saya yakin, jika nanti Ahok terpilih kembali dalam Pilkada Jakarta untuk kedua kalinya, protes besar-besaran dengan … Lanjutkan membaca Tentang Penistaan Al-Qur’an di Indonesia

Penafsiran Non-Politis atas al-Mā`idah 51

juga dimuat di geotimes

Di antara lebih dari enam ribu ayat al-Qur’an, al-Ma’idah ayat 51-lah yang dalam dua pekan terakhir menjadi primadona di Indonesia. Adalah Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memicu kontroversi di Kepulauan Seribu. Diksi “dibodohi” yang ia gunakan menyulut reaksi keras, tergambar dalam tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) dan demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada Jumat, 14 Oktober 2016. Lanjutkan membaca “Penafsiran Non-Politis atas al-Mā`idah 51”