Re-Orientasi Metodologi Penelitian Al-Quran: Belajar dari Pengalaman Studi Indonesia-Jerman

disampaikan dalam Diskusi Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang, 20 Maret 2017 Sekilas tentang Studi Qur`an di Barat Ada banyak tulisan yang menjabarkan pengantar terhadap studi Qur’an oleh sarjana Barat seperti Abdullah Saeed dalam The Qur’an: Introduction (Saeed, 2008), Harmut Bobzin dalam Encyclopaedia of The Qur’an (Bobzin, 2002), Fazlurrahman dalam pendahuluan Major Themes (Rahman, 1996), Whitney Bodman (Bodman, 2009), dan sebagainya. Terminologi Western Scholarship … Lanjutkan membaca Re-Orientasi Metodologi Penelitian Al-Quran: Belajar dari Pengalaman Studi Indonesia-Jerman

Tentang Penistaan Al-Qur’an di Indonesia

dimuat di geotimes.co.id Isunya mungkin saat ini kriminalisasi Ulama. Meskipun begitu, tema religious blasphemy masih hangat. Selama persidangan peristiwa pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pulau Seribu masih berjalan, dan sepertinya selama tuntutan publik untuk menjatuhkan vonis hukuman baginya tidak terpenuhi, isu penistaan ini sewaktu-waktu akan muncul kembali. Saya yakin, jika nanti Ahok terpilih kembali dalam Pilkada Jakarta untuk kedua kalinya, protes besar-besaran dengan … Lanjutkan membaca Tentang Penistaan Al-Qur’an di Indonesia

Nalar Beragama Muslim Indonesia

sebelumnya dimuat di geotimes.com Apakah Anda melihat pos atau meme tentang penolakan perayaan Tahun Baru 1 Januari 2017 ini? Saya ingin sedikit mendiskusikan fenomena tersebut dalam kerangka nalar beragama Muslim Indonesia. Bagi saya, fenomena itu merupakan salah satu fragmen yang memperlihatkan krisis epistemologis yang dialami oleh Muslim Indonesia. Paling tidak ada dua argumen yang muncul menjelang dan pada saat tahun baru kemarin. Argumen pertama berkaitan dengan bentuk, … Lanjutkan membaca Nalar Beragama Muslim Indonesia

Perjumpaan dengan Quraish Shihab

juga dimuat di surauparapek.com

Bapak itu sudah cukup berumur. Kakek, mungkin sebutan yang lebih pantas. Mulai terlihat ringkih, ia berjalan sedikit tertatih berbantu tongkat. Ia melangkah masuk ke ruangan, dan beberapa orang mengiringinya dari belakang berniat membantunya berjalan. Senyumnya ramah, wajahnya bersih dan cerah. Ia menolak untuk ditolong.  “Tidak apa, saya bisa berjalan sendiri.” Lanjutkan membaca “Perjumpaan dengan Quraish Shihab”

Penafsiran Non-Politis atas al-Mā`idah 51

juga dimuat di geotimes

Di antara lebih dari enam ribu ayat al-Qur’an, al-Ma’idah ayat 51-lah yang dalam dua pekan terakhir menjadi primadona di Indonesia. Adalah Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memicu kontroversi di Kepulauan Seribu. Diksi “dibodohi” yang ia gunakan menyulut reaksi keras, tergambar dalam tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) dan demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada Jumat, 14 Oktober 2016. Lanjutkan membaca “Penafsiran Non-Politis atas al-Mā`idah 51”

Cerita Lama Qur`an dan Kampanye Politik Indonesia

juga dimuat di surauparabek.com

Tanggal 30 September 2016, Basuki Tjahya Purnama atau Ahok berpidato di depan masyarakat kepulauan seribu. Dalam satu bagian, ia menyebut istilah ‘dibohongi pakai al-Ma’idah ayat 51’. Internet bereaksi. Pidatonya jadi kontroversi. Video dan transkrip disebar secara viral, dan tanggapan-tanggapan bermunculan. Lanjutkan membaca “Cerita Lama Qur`an dan Kampanye Politik Indonesia”

Antara Sekolah dan iPh*ne 7

juga dimuat di qureta.com

Sebutlah tante Luna, seorang ibu sosialita, punya anak gadis yang cantik, sebut saja Bunga. Bunga baru saja lulus dari SMP anu di Jakarta, sebuah sekolah unggulan, dan telah diterima di SMA anu, sekolah top juga tentunya. Tante Luna begitu bangga dengan Bunga. Ia sangat senang anaknya mendapatkan yang katanya pendidikan kelas atas. Apalagi ketika melihat anak tetangga yang hanya sekolah, ahh entah apa lah namanya. SMA kecil di luar komplek. Lanjutkan membaca “Antara Sekolah dan iPh*ne 7”

Nasib Arab-Melayu

juga dimuat di qureta.com Sebelumnya saya menulis latar belakang terbelahnya pendidikan di Indonesia, antara ilmu agama dan ilmu umum/dunia. Secara singkat, ilmu yang pertama sudah lama masuk ke Indonesia seiring masuknya Islam ke Indonesia dan kedatangan Belanda menjadi sumber dan bentuk ilmu baru yang diperkenalkan di bumi Indonesia. Mereka datang ke Indonesia, memahami perilaku, adat, dan budaya orang Indonesia, termasuk gaya pendidikannya. Mereka menilai pendidikan di … Lanjutkan membaca Nasib Arab-Melayu

Dikhotomi Ilmu Agama dan Umum di Indonesia

juga dimuat di qureta dan surauparabek.com Sudah jamak diketahui bahwa Indonesia menganut sistem pendidikan yang membedakan antara pendidikan agama dan pendidikan umum; ilmu agama dan ilmu umum. Ada Departemen Pendidikan Nasional yang mengurusi sekolah-sekolah negeri dan ada Kementrian Agama yang mengurusi madrasah-madrasah dan pendidikan keagamaan. Dalam konteks ini lah cara berpikir bangsa Indonesia tumbuh. Tidak aneh jika meskipun pada level diskursif banyak orang Indonesia yang menentang sekularisme, … Lanjutkan membaca Dikhotomi Ilmu Agama dan Umum di Indonesia