Re-Orientasi Metodologi Penelitian Al-Quran: Belajar dari Pengalaman Studi Indonesia-Jerman

disampaikan dalam Diskusi Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang, 20 Maret 2017 Sekilas tentang Studi Qur`an di Barat Ada banyak tulisan yang menjabarkan pengantar terhadap studi Qur’an oleh sarjana Barat seperti Abdullah Saeed dalam The Qur’an: Introduction (Saeed, 2008), Harmut Bobzin dalam Encyclopaedia of The Qur’an (Bobzin, 2002), Fazlurrahman dalam pendahuluan Major Themes (Rahman, 1996), Whitney Bodman (Bodman, 2009), dan sebagainya. Terminologi Western Scholarship … Lanjutkan membaca Re-Orientasi Metodologi Penelitian Al-Quran: Belajar dari Pengalaman Studi Indonesia-Jerman

Is context Important?

 

A friend accidentally saw the last sentece of my inbox email from a girl, “I love you. I can’t wait to see you on our great day in August.” He suddenly concluded something, and once he met my other friend, the closest one, he asked whether I would be marrying soon. He said no, and the email must be from my little sister as we planned to graduate on the same day. A question rises here; why could this happen? There is a simple answer; a text (or conversiation in this case) has context, and the awareness on it affects the quality of understanding. I would say the same case happens with any text, including the Qur’an. Lanjutkan membaca “Is context Important?”

Diferensiasi Wahyu, Alquran, dan Mushaf Utsmani

Judul Buku     : (1) Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan, dan (2) Arah Baru Studi Ulum al-Qur’an Penulis             : Dr. Aksin Wijaya, SH., M.Ag Penerbit           : (1) Yogyakarta: Safiria Insania Press ; (2) Yogyakarta: Pustaka Pelajar Cetakan          : (1) Cetakan I, 2004; (2) Cetakan 1, 2009 Pembaca akan terkaget-kaget membaca judul yang pertama, terutama yang memiliki sensifitas tinggi terhadap keagungan dan kesucian Alquran. Dengan tegas otentisitas wahyu … Lanjutkan membaca Diferensiasi Wahyu, Alquran, dan Mushaf Utsmani

al-Wujuh wa al-Nazhair

A. Pendahuluan

Alquran merupakan mu’jizat terbesar Rasulullah SAW. Ia merupakan kalam Allah SWT yang secara otentik sampai ke hadapan kita. Tidak ada kitab-kitab lain yang mampu bertahan selama berabad-abad dalam kondisi  sebagaimana aslinya, melainkan Alquran. Karena, memang Allah telah menjamin penjagaan Alquran itu sendiri hingga akhir zaman.

Banyak hal yang menjaga otentisitas Alquran ini. Seperti adanya faktor eksternal yaitu para huffaz yang sangat banyak bertebaran. Memang suatu keistimewaan tersendiri, Alquran bisa dihafal oleh orang non Arab sekalipun yang notabene bahasa Arab bukanlah bahasa mereka. Akan tetapi tidak ada yang bisa menghafal buku atau koran lokal dengan bahasa mereka masing-masing. Begitu juga dengan ilmuan yang dengan telitinya menghitung ayat, kata, bahkan huruf dalam Alquran. Lanjutkan membaca “al-Wujuh wa al-Nazhair”