Mau Beasiswa?; Siapkan Gerobak Pasir

Pada akhir tahun 2015 kemarin, Alhamdulillah saya mendapatkan kabar gembira; Saya diterima di salah satu Universitas di Jerman untuk melanjutkan studi. Bukan hanya diterima sebagai mahasiswa, saya juga mendapatkan beasiswa sekaligus kesempatan menjadi asisten peneliti seorang professor di sana. Hal ini membuat beban saya menjadi lebih ringan, karena saya tidak perlu lagi krusak-krusuk mencari beasiswa dari funding yang berbeda, seperti LPDP atau Beasiswa 5000 doktor. Lanjutkan membaca “Mau Beasiswa?; Siapkan Gerobak Pasir”

Iklan

Islam dan Pernikahan Sejenis: Catatan untuk Mun’im Sirry

juga dimuat di qureta.com

Beberapa hari yang lalu, saya membaca tulisan dari Mun’im Sirry tentang LGBT yang di-repost oleh Denny J.A. di inspirasi.co. Dalam artikel berjudul Islam, LGBT, dan Perkawinan Sejenis itu, Mun’im Sirry berniat untuk meruntuhkan argumen penolak LGBT dan pernikahan sejenis. Ia menyebut bahwa penolakan legalitas homoseksualitas dan pernikahan sejenis berasal dari cara pandang tekstual terhadap Al-Quran. Lanjutkan membaca “Islam dan Pernikahan Sejenis: Catatan untuk Mun’im Sirry”

“Hati-hati Belajar Islam di UIN bisa Bikin Sesat”

juga dimuat di media santri dan kompasiana

Pagi ini saya diskusi dengan seorang teman tentang sebuah video yang membahas agenda orientasi mahasiswa baru di UIN Bandung dengan jargon ‘arena bebas Tuhan’ beberapa tahun lalu. Dari sejumlah topik yang kami bahas, yang paling mengganggu saya adalah ada persepsi publik bahwa seorang yang belajar agama for knowledge, untuk memuaskan hasrat keilmuan, untuk dikenal berpengetahuan, akan terbawa keluar dari jalan yang benar. Saya setuju dengan motif terakhir, bahwa orang yang belajar agama untuk dikenal orang lain, dihormati, dihargai sebagai orang berpengetahuan, akan terbawa kepada kesombongan. Tapi, benarkah seseorang tidak boleh belajar agama Islam dalam motif knowledge for knowledge? Lanjutkan membaca ““Hati-hati Belajar Islam di UIN bisa Bikin Sesat””

Alfa, Rambut, dan Siswa Bengal

Juga dimuat di mediasantri dan kompasiana Kembali ke beberapa tahun yang lalu, saya teringat dengan sebuah pelatihan bagi guru-guru madrasah. Hal ini mengikuti kebijakan madrasah tempat saya dulu belajar dan ketika itu mengajar, Madrasah Sumatera Thawalib Parabek, untuk mengadopsi Multiple Intelligence System (MIS) dalam kegiatan belajar-mengajar. Metode ini mengingkari status quo yang hanya menilai dan menghargai sisi kognitif dari peserta ajar. Dengan kata lain, sejauh ini sekolah-sekolah cenderung hanya menghargai siswa paling … Lanjutkan membaca Alfa, Rambut, dan Siswa Bengal

Hedging dan Kerendahan Hati

Tema dalam academic writing pagi ini adalah hedging. Hedging adalah sebuah tekik yang dilakukan oleh penulis untuk bersikap seolah tidak tegas. Kata/kalimat yang terlalu straight dan denotatif diganti dengan model yang lebih halus dan abu. Misalnya, ‘the evidence proves that’ diganti dengan ‘suggests that’; ‘this is the best method’ diganti dengan ‘this might be one of the best methods’; dan sebagainya. Teknik ini juga berlaku dalam bahasa Indonesia. Dalam literatur berbahasa Arab, ini biasa kita temui di pendahuluan ketika seorang mushannif menyebut dirinya sebagai seorang faqir, haqir, dha’if dan sebagainya, atau wallahu a’lam bi al-shawab di akhir tulisan. Lanjutkan membaca “Hedging dan Kerendahan Hati”

#prayforhumanity

Pembunuhan adalah pembunuhan. Ia adalah perbuatan menghilangkan nyawa seseorang. Tak peduli siapa yang melakukan atau siapa yang menjadi korban, pembunuhan tetaplah pembunuhan. Akan tetapi, akibat dari perbuatan ini sebatas pada kehilangan nyawa korban. Sebutlah kasus pembunuhan si mungil Angelin tau si cantik Tata Chuby yang diberitakan secara luas sekaligus dalam oleh media.

Lanjutkan membaca “#prayforhumanity”

Ayo Taubat Bahasa!!!

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan beasiswa kursus bahasa Inggris Intensif di IALF berkat donasi dari Kemenag. Satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah bermimpi untuk mengalokasi begitu besar budget untuk kursus bahasa Inggris. Kursus IALF itu muahhhaalll sekali saudara-saudara. Apalagi dengan kondisi Rupiah yang semakin hari semakin menyusut ini; seperti kerupuk yang disirami kuah soto, tinggal nunggu dimakan sama pelanggan. Konon katanya instruktur di sini … Lanjutkan membaca Ayo Taubat Bahasa!!!

Tentang Kerangka Teori

Gimana sih teori itu? Beberapa waktu belakangan saya sering mendapatkan pertanyaan seputar kerangka teori. Menunggu subuh setelah melihat kemenangan dramatis Barcelona dan kekalahan Chelsea, saya ingin menuliskan apa yang saya pahami tentang hal ini. Considering that I am not a professional researcher, maka apa yang akan Anda baca bisa jadi salah namun semoga saja benar. Konon katanya, kerangka teori adalah sesuatu yang menjadikan ilmu itu … Lanjutkan membaca Tentang Kerangka Teori

Buku Apa yang Harus Saya Baca?

Buku apa yang harus saya baca? Saya mendapatkan pertanyaan tersebut dari seorang adik kelas.Ia adalah mahasiswa baru yang baru menemukan semangat untuk membaca, tapi tidak tau mau baca buku apa. Sepertinya ia bukan satu-satunya mahasiswa baru yang memiliki kegelisahan serupa. Dunia mahasiswa baru memang dunia dengan semangat baru yang menggebu-gebu, termasuk kepada buku. Sepertinya diskusi tersebut layak untuk saya share, mana tau bisa membantu untuk … Lanjutkan membaca Buku Apa yang Harus Saya Baca?

Tentang Stigma Jelek UIN

Tuah Aulia Fuadi, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dipecat atas tuduhan pelecehan agama melalui media sosial. Bukan hanya itu, ia juga pernah melakukan hal serupa ketika menjadi instruktur dalam orientasi mahasiswa baru. Ini menjadi rentetan dari catatan hitam yang terjadi di institusi pendidikan Islam. Kita mendengar hal yang serupa beberapa bulan lalu terhadap seorang dosen di UMSB. Spanduk “Tuhan Membusuk” di UIN … Lanjutkan membaca Tentang Stigma Jelek UIN