“Jilboobs” untuk Perempuan Minangkabau?

Opini Padang Ekspres 21 Agustus 2014 Fenomena jilbab kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini istilah baru nan nyentrik mengemuka. Jilboobs, begitulah ia disebut. Istilah ini bahkan bukan sebuah kata. Ia adalah gabungan dari dua hal. Yang pertama adalah jilbab, yaitu pakaian penutup kepala bagi perempuan yang telah biasa kita kenal. Yang kedua adalah boobs. Ini adalah kata dalam bahasa Inggris yang bermakna payudara perempuan. Artinya, … Lanjutkan membaca “Jilboobs” untuk Perempuan Minangkabau?

Lilik: Jilbab Urang Minang


Tulisan ini membahas ‘jilbab’ yang pernah menjadi identitas orang Minang. Meskipun pada kenyataannya pakaian yang dimaksud memiliki nama lain, istilah ‘jilbab’ dipilih berdasarkan penamaan umum masyarakat. Tulisan ini adalah survey sederhana dengan kesimpulan tentatif dari keterbatasan referensi yang ada. Hal ini disebabkan karena pembicaraan mengenai jilbab lebih didominasi aspek normativitasnya sebagai ajaran agama. Adapun tulisan ini lebih melihat aspek kesejarahannya di Minangkabau semenjak awal abad XX. Lanjutkan membaca “Lilik: Jilbab Urang Minang”

HISTORICAL RECORD FOR MADRASAH SUMATERA THAWALIB PARABEK: A historically-forgotten legendary pesantren

A historically-forgotten legendary pesantren We acknowledge that we intentionally chose the phrase for the headline of this article on some reasons. Firstly, the history of Madrasah Sumatera Thawalib Parabek (MST Parabek) receives less-attention from the writers particularly from the insiders, and therefore, secondly, many people by no intention misunderstand about this pesantren, which is located in Regency of Agam, West Sumatera. On some occasions, we … Lanjutkan membaca HISTORICAL RECORD FOR MADRASAH SUMATERA THAWALIB PARABEK: A historically-forgotten legendary pesantren

Trend Sedekah Saat Lebaran

Mudik merupakan sebuah tradisi di Indonesia setiap menjelangberakhirnya Ramadhan. Pada pertengahan kedua dari bulan Ramadhan, yang kerapkali dibicarakan oleh orang dimana-mana adalah mengenai mudik. Mereka salingbertanya kepada kolega dan orang-orang terdekat, apakah ia ikut mudik Lebarantahun ini atau tidak. Bagi suatu wilayah, ada yang menempatkan ritual mudik inimenjadi suatu yang sangat penting. Bagaimanapun juga, Shalat Idul Fitri lebihafdhal apabila dilaksanakan di kampung halaman.
Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi di kampung halaman saya. Paraperantau, sedapat mungkin mudik ke kampunng halaman. Beberapa hari menjelang Lebaran,suasana kampung sudah mulai ramai. Mobil-mobil yang memiliki plat nomor luardaerah lalu-lalang di sekitar kampung. Para perantau pulang dengan membawakeberhasilan mereka. Lalu lintas semakin padat, hingga macet pun kerap kalitidak bisa dihindari.

Lanjutkan membaca “Trend Sedekah Saat Lebaran”

Tradisi Membaca Alquran di Bulan Ramadhan

Pendahuluan

Pertemuan antara Alquran dengan masyarakat yang telah mempunyai kebudayaannya sendiri menimbulkan fenomena baru. Hal ini tak lepas dari resepsi masyarakat terhadap Alquran itu sendiri. Alquran sebagai wujud kalam Allah terkadang diartikan sebagai sebuah teks yang mempunyai faedah tersendiri dalam keadaan tertentu. Sehingga, terlihat Alquran disikapi secara simbolik sebagai suatu bacaan yang mempunyai kandungan khusus ketika dibaca pada momen-momen khusus pula. Disisi lain, terdapat pula masyarakat yang memahami Alquran sebagai suatu kitab suci yang memiliki pahala besar jika dibaca dan diamalkan.

Alquran yang diturunkan pada bulan Ramadhan membuat posisi bulan benuh berkah ini menjadi berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ramadhan terlihat memiliki kecenderungan khusus dalam setiap kegiatan masyarakat. Hal-hal yang sering disematkan kepada Ramadhan telah menjadikan masyarakat memiliki resepsi keberagamaan yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Akan terlihat ciri khas tersendiri dalam tubuh masyarakat selama menjalankan tradisi keberagamaan pada bulan ini.

Lanjutkan membaca “Tradisi Membaca Alquran di Bulan Ramadhan”

Madrasah Sumatera Thawalib Parabek

Majalah Sarung edisi 1/Januari 2011

Satu abad yang lalu, tahun 1910, Syaikh Ibrahim Musa mendirikan sebuah majelis halaqah ilmiyyah di sebuah desa yang bernama Parabek. Masyarakat sekitar mengenal beliau dengan panggilan Inyiak Ibrahim, Inyiak Parabek, atau Inyiak Syiah. Sekarang, satu abad setelah dirintisnya halaqah tersebut, tampaklah sebuah Madrasah yang berdiri megah yang bernama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Dalam umur yang seratus tahun, figur Inyiak Parabek masih terasa segar di benak beberapa murid beliau yang masih hidup, dan sering diceritakan kepada santri-santri Madrasah Sumatera Thawalib itu sendiri. Antusias dan penghargaan setiap santri terhadap figur Inyiak Parabek ini secara perlahan menjadikan beliau identik dengan Madrasah Sumatera Thawalib. Berbicara mengenai MST, tidak bisa terlepas dari Syaikh Ibrahim Musa, dan sebaliknya berbicara mengenai Syaikh Ibrahim Musa tidak bisa lepas dari tema MST. Makam beliau yang bertempat di halaman mesjid tempat semua santri melakukan aktifitasnya tampaknya semakin menambah kesan ini.

Dalam seratus tahun yang berlalu, tentu saja Madrasah Sumatera Thawalib (MST) Parabek mengalami dinamikanya tersendiri. Catatan sejarah senantiasa mengiringi hari demi hari berkembangnya madrasah ini. Jika ditelusuri secara sederhana, semua berawal dari majlis ilmu antara figur Inyiak Syiah dengan beberapa murid beliau selepas kepulangan beliau dari Makkah. Menonjolnya kepribadian, ilmu, dan kelembutan beliau mengundang banyak murid-murid berdatangan dari berbagai wilayah. Kemudian majelis tersebut dinamai dengan muzakarat al-ikhwan. Empat tahun berlalu, Inyiak Syiah berangkat untuk kedua kalinya ke tanah suci Makkah untuk memperdalam ilmu beliau. Satu pesan dari beliau kepada murid-murid supaya halaqah tersebut terus dijalani, jangan sampai berhenti. Pesan beliau ini dijalani dengan baik oleh murid beliau hingga beliau pulang. Konsistensi ini juga terus bertahan bahkan pada masa-masa sulit seperti pada masa penjajahan Jepang, agresi militer Belanda, bahkan hingga saat ini.

Lanjutkan membaca “Madrasah Sumatera Thawalib Parabek”

Pesantren Sebagai Kekuatan Ekonomi Syariah Bangsa

Terbit di Majalah Sarung edisi 1/Januari 2011

Pesantren dapat menjadi kekuatan ekonomi bangsa ketika ia berhasil menjadi miniatur kehidupan berekonomi yang nyata. Di sana ada produsen yang mampu meningkatkan daya jual sebuah komoditi, ada distributor, dan tentu saja produsen. Hubungan eksternal pesantren dengan masyarakat sekitar mampu menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Akhirnya, jika banyak pesantren yang mampu melakukannya, secara otomatis akan memperkuat tatanan ekonomi bangsa

Lanjutkan membaca “Pesantren Sebagai Kekuatan Ekonomi Syariah Bangsa”