Iman pada Rasulullah Mesti Tanpa Bertemu

Takdipungkiri lagi, iman memang hal yang begitu determinan dalam Islam. Jika ranahperpolitikan suatu negara memiliki trias poelitica yang menentukan arahberlangsungnya kehidupan suatu negara, Islam juga mempunyai trilogi yangmendasari status keislaman seseorang; Ihsan, Iman, dan Islam. Keterkaitanketiga unsur ini satu sama lainnya menjadikan seorang mukmin, menjadi hambayang sempurna di sisi Allah.
Salahsatu komponen iman dalam Islam adalah mengimani nabi dan rasul. Tentunya,Rasulullah saw merupakan figur penting dalam poin ini. Seorang muslim wajibmengimani beliau. Harus diyakini dengan benar, bahwa Muhammad saw adalah rasuldan nabi Allah yang tidak pernah sekalipun berbuat syirik kepada Allah. Beliauadalah penutup para nabi dan rasul—tidak ada nubuwwah lagi setelahbeliau. Rasulullah juga imam para muttaqin. Beliau merupakan sosok yangmenjadi teladan dalam segala aktifitas menuju ketaqwaan. Habibullah adalahgelarnya. Beliau diimani dengan segal mu’jizat yang dikaruniakan Allahkepadanya.[1]
Iklan

Hadd Zina Ghairu Muhsan

Terdapat banyak hadis yang bercerita seputar hadd bagi pezina gair muhsan. Diantaranya adalah hadis:

حدثنا محمد بن المثنى وابن بشار جميعا عن عبد الأعلى قال ابن المثنى حدثنا عبد الأعلى حدثنا سعيد عن قتادة عن الحسن عن حطان بن عبد الله الرقاشي عن عبادة بن الصامت قال كان نبي الله صلى الله عليه وسلم إذا أنزل عليه كرب لذلك وتربد له وجهه قال فأنزل عليه ذات يوم فلقي كذلك فلما سري عنه قال خذوا عني فقد جعل الله لهن سبيلا الثيب بالثيب والبكر بالبكر الثيب جلد مائة ثم رجم بالحجارة والبكر جلد مائة ثم نفي سنة[1] Lanjutkan membaca “Hadd Zina Ghairu Muhsan”

Kitab Tarikh Al-Baghdad Karya al-Khatib al-Baghdadi

A. Pendahuluan

Ilmu hadis telah menjadi suatu cabang ilmu yang cukup menarik, baik pada abad lampau, hingga sekarang ini. Hal ini dibuktikan dengan informasi historis mengenai para ulama-ulama klasik yang telah mendalami cabang ilmu ini dengan sangat luar biasa. Banyak rumusan-rumusan mereka yang kita terima dan sangat bermanfaat bagi generasi-generasi setelah mereka, termasuk kita. Kerja keras mereka menjadi manifest dalam bentuk buku-buku yang sangat banyak dan mengagumkan.

Seiring perkembangan ilmu hadis, dan terbuktinya urgensi yang sangat vital dalam kajian rawi terhadap sebuah hadis, teori-teori mengenai rawi dan sanad pun mulai berkembang. Mulai dari kualifikasi intelektual  (al-dhabt) dan personal (al-adalah) seorang perawi baik secara makro maupun mikro, yang cukup berperan dan penyimpulan kualitas suatu hadis. Begitu juga dengan teori seputar jarh wa ta’dil yang bertujuan untuk memberikan justifikasi bagi seorang perawi. Semua itu, tidak lain adalah dalam rangka penelitian suatu hadis.

Lanjutkan membaca “Kitab Tarikh Al-Baghdad Karya al-Khatib al-Baghdadi”

Hadis Ramalan Kesialan

Rasulullah diutus ke negeri Arab pada abad ke 7 M. Tentu saja, sebelum beliau diutus, bangsa Arab telah melalui sejarah yang sangat panjang. Perjalan sejarah ini telah mengkonstruk kebudayaan-kebudayaan mereka. Kebudayaan tersebut bisa dalam bentuk bahasa, tingkah laku, kebiasaan, keyakinan, dan sebagainya.

Salah satu kebudayaan yang masih terekam hingga saat ini adalah kepercayaan kepada hal mistik. Lebih khusus lagi, mistik yang dimaksudkan lebih diarahkan kepada hal yang berkaitan dengan syu’m atau thayrah. Rasulullah yang hidup pada masa itu, mau tidak mau merespon setiap kejadian yang beliau dapati. Dalam hal ini pun, beliau meresponnya sehingga tersabdalah sebuah hadis:

حدثنا أبو اليمان أخبرنا شعيب عن الزهري قال أخبرني سالم بن عبد الله أن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول إنما الشؤم في ثلاثة في الفرس والمرأة والدار

“….Kesialan terdapat pada wanita, kuda, dan rumah.” Lanjutkan membaca “Hadis Ramalan Kesialan”