Textual Criticism (versi Bahasa Indonesia)

Tulisan ini merupakan terjemahan dari Textual Criticism¬† dengan beberapa¬†penambahan materi dan juga pengurangan   Textual criticism hanya berkaitan dengan teks, jadi tidak bisa dikaitkan dengan musik, atau kesenian. Pada dasarnya, tekstual criticism biasa didifinisikan sebagai ilmu (science) untuk menemukan kekeliruan-kekeliruan di dalam teks untuk kemudian diperbaiki. Akan tetapi, diskursus ini bukanlah termasuk ke dalam ilmu pasti, sehingga menurut A. E. Housman lebih tepat didifinikan sebagai … Lanjutkan membaca Textual Criticism (versi Bahasa Indonesia)

Textual Criticism

untuk versi bahasa Indonesia klik di sini   Textual criticism completely relates to text, therefore it has nothing to do with music, art, or literature. Basically, this is defined as the science of discovering errors in text and the art of removing it, and on the assumption that it is not an exact science, A. E. Housman defines it as the art of discovering errors … Lanjutkan membaca Textual Criticism

Western Scholarship on the Qur’an

Orientalist means as well western artists inspired by Orient and Western scholars specializing in the study of Oriental languages, religions and cultures. According to Edward Said, Orient and Occident are not natural divisions, but rather the imaginative geography. The term then comes to the pejorative meaning; orientalists are the western scholars that ostensibly lacks objectivity and reflect bias towards western though, which then Muslims often … Lanjutkan membaca Western Scholarship on the Qur’an