Ikatan Alumni: Kapan Mau Bangun?

juga dimuat di surauparabek.com Beberapa minggu yang lalu, salah satu tulisan di surauparabek membahas ikatan emosional yang masih bertahan antara guru dan murid meskipun setelah kelulusan dan berpisah fisik dalam waktu dan jarak yang jauh. Tulisan tersebut bak luapan emosi dan refleksi penulisnya, sekaligus bentuk berbagi pengalaman bagi alumni terbaru Madrasah Sumatera Thawalib Parabek yang baru saja diwisuda beberapa hari sebelumnya. Beranjak ke beberapa bulan yang lalu, … Lanjutkan membaca Ikatan Alumni: Kapan Mau Bangun?

Garin dan Ceritanya

juga dimuat di surauparabek.com Ada satu tradisi menarik di Sumatera Thawalib Parabek, yang telah bertahan lama hingga saat ini. Saya yakin tradisi yang sama juga ditemui di banyak pesantren lainnya. Bahkan, mungkin kita juga tidak bisa menyebutnya tradisi khas pesantren, karena sepertinya mahasiswa juga mengakrabinya. Apapun itu, tiada salahnya sedikit banyak kita ceritakan. Tradisi yang dimaksud adalah hidup di Masjid. Merbot urang Betawi menyebutnya, dan … Lanjutkan membaca Garin dan Ceritanya

Mitos Uang Sakola Maha

juga dimuat di surauparabek.com Konon, sekolah-sekolah top saat ini berharga mahal. Mahal uang masuk, mahal pula uang bulanannya. Hal ini diamini oleh Yayasan pengelola Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek. Hasilnya? Setiap tahun uang masuk dan uang sekolah naik, tiap tahun jumlah santri meningkat, tiap tahun terlihat perkembangan sekolah dari segi fasilitas dan infrastruktur. Satu lagi, tiap tahun pula kita lihat ada seremoni-seremoni besar. Ini mengokohkan … Lanjutkan membaca Mitos Uang Sakola Maha

Antara Pesantren dan Sekolah?

Syaikh al-Madrasah, posisi dan perannya lah yang menjadi jantung pembeda antara sekolah dan pesantren. Apa bedanya pesantren dan sekolah? Ada banyak yang bisa disampaikan. Tentang seragam, pesantren mempersyaratkan jilbab/kerudung/lilik bagi siswi, dan tidak demikian dengan sekolah. Pesantren mengajarkan ilmu-ilmu Islam baik yang praktikal seperti fiqh, hadis, tafsir, maupun metodologis seperti Ushul Fiqh, Ulum al-Qur’an, Ulum al-Hadis, dsb; materi-materi yang tidak ditemukan di sekolah. Pesantren menekankan kemampuan berbahasa Arab (disamping … Lanjutkan membaca Antara Pesantren dan Sekolah?

Fenomena Guru Berlapis

Ada satu hal menarik yang mungkin familiar terjadi di lingkungan pesantren. Saya ingin menyebutnya dengan fenomena Guru Berlapis. Ini tentang rentetan hubungan guru dan murid dari generasi ke generasi. Bukan, ini bukan seperti silsilah keluarga atau jalur isnad dalam periwayatan hadis. Fenomena guru berlapis ini pastinya juga terjadi dalam isnad hadis. Dari situlah kemungkinan terjadi hadis Mursal. Ah, sudahlah. Kita tidak akan membicarakan mustalah hadis … Lanjutkan membaca Fenomena Guru Berlapis

Selamat Jalan, Nyiak…

“Baa nyo, lah sudah duo?” “Alah, Nyiak.” “Alhamdulillah. Lai ka manambah katigo?” “Insyaallah, Nyiak. Minta doanyo, Nyiak” Tak disangka, ternyata itu dialog terakhirku dengan Beliau. Beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri tahun ini. Ketika itu, sepulangnya menghadiri pernikahan salah seorang teman, saya dan beberapa orang teman menyempatkan diri menemui Beliau. Kembali menggenggam dan mencium tangannya. Inyiak Khatib Muzakkir. Begitulah ia dipanggil. Ah, sebenarnya sudah begitu … Lanjutkan membaca Selamat Jalan, Nyiak…

Bacaan Wajib Calon Khadim li al-Ummah

UN sudah dekat untuk santri tingkat akhir, begitu juga dengan KU untuk santri kelas lima. Khidmatul Ummah (KU) memang suatu tradisi dan program yang terus diagendakan oleh Ponpes Sumatera Thawalib Parabek.Waktu itu, kalau tidak salah program ini dirintis pada angkatannya bg Zaki Munawwar, tahun 2004. Semenjak itu agenda ini bertahan terus setiap tahunnya. Selain ngurangin jatah libur santri kelas V (kasiaan,, hehe) , agenda ini … Lanjutkan membaca Bacaan Wajib Calon Khadim li al-Ummah

HISTORICAL RECORD FOR MADRASAH SUMATERA THAWALIB PARABEK: A historically-forgotten legendary pesantren

A historically-forgotten legendary pesantren We acknowledge that we intentionally chose the phrase for the headline of this article on some reasons. Firstly, the history of Madrasah Sumatera Thawalib Parabek (MST Parabek) receives less-attention from the writers particularly from the insiders, and therefore, secondly, many people by no intention misunderstand about this pesantren, which is located in Regency of Agam, West Sumatera. On some occasions, we … Lanjutkan membaca HISTORICAL RECORD FOR MADRASAH SUMATERA THAWALIB PARABEK: A historically-forgotten legendary pesantren

Madrasah Sumatera Thawalib Parabek

Majalah Sarung edisi 1/Januari 2011

Satu abad yang lalu, tahun 1910, Syaikh Ibrahim Musa mendirikan sebuah majelis halaqah ilmiyyah di sebuah desa yang bernama Parabek. Masyarakat sekitar mengenal beliau dengan panggilan Inyiak Ibrahim, Inyiak Parabek, atau Inyiak Syiah. Sekarang, satu abad setelah dirintisnya halaqah tersebut, tampaklah sebuah Madrasah yang berdiri megah yang bernama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Dalam umur yang seratus tahun, figur Inyiak Parabek masih terasa segar di benak beberapa murid beliau yang masih hidup, dan sering diceritakan kepada santri-santri Madrasah Sumatera Thawalib itu sendiri. Antusias dan penghargaan setiap santri terhadap figur Inyiak Parabek ini secara perlahan menjadikan beliau identik dengan Madrasah Sumatera Thawalib. Berbicara mengenai MST, tidak bisa terlepas dari Syaikh Ibrahim Musa, dan sebaliknya berbicara mengenai Syaikh Ibrahim Musa tidak bisa lepas dari tema MST. Makam beliau yang bertempat di halaman mesjid tempat semua santri melakukan aktifitasnya tampaknya semakin menambah kesan ini.

Dalam seratus tahun yang berlalu, tentu saja Madrasah Sumatera Thawalib (MST) Parabek mengalami dinamikanya tersendiri. Catatan sejarah senantiasa mengiringi hari demi hari berkembangnya madrasah ini. Jika ditelusuri secara sederhana, semua berawal dari majlis ilmu antara figur Inyiak Syiah dengan beberapa murid beliau selepas kepulangan beliau dari Makkah. Menonjolnya kepribadian, ilmu, dan kelembutan beliau mengundang banyak murid-murid berdatangan dari berbagai wilayah. Kemudian majelis tersebut dinamai dengan muzakarat al-ikhwan. Empat tahun berlalu, Inyiak Syiah berangkat untuk kedua kalinya ke tanah suci Makkah untuk memperdalam ilmu beliau. Satu pesan dari beliau kepada murid-murid supaya halaqah tersebut terus dijalani, jangan sampai berhenti. Pesan beliau ini dijalani dengan baik oleh murid beliau hingga beliau pulang. Konsistensi ini juga terus bertahan bahkan pada masa-masa sulit seperti pada masa penjajahan Jepang, agresi militer Belanda, bahkan hingga saat ini.

Lanjutkan membaca “Madrasah Sumatera Thawalib Parabek”