Antara Sekolah dan iPh*ne 7

juga dimuat di qureta.com

Sebutlah tante Luna, seorang ibu sosialita, punya anak gadis yang cantik, sebut saja Bunga. Bunga baru saja lulus dari SMP anu di Jakarta, sebuah sekolah unggulan, dan telah diterima di SMA anu, sekolah top juga tentunya. Tante Luna begitu bangga dengan Bunga. Ia sangat senang anaknya mendapatkan yang katanya pendidikan kelas atas. Apalagi ketika melihat anak tetangga yang hanya sekolah, ahh entah apa lah namanya. SMA kecil di luar komplek. Lanjutkan membaca “Antara Sekolah dan iPh*ne 7”

Iklan

Romantika Terompah Opah

  Siapakah Tuk Dalang? Sudah sekian lama semenjak saya tidak mendapati ada episode baru dalam kartun Upin-Ipin. Meskipun saya dengar sudah ada yang baru, saya belum melihatnya. Setiap kali ada waktu, saya belum mendapati nasib baik menonton episode terbaru itu. Sore ini peruntungan berbicara lain, kebetulan saya menonton episode “Hadiah untuk Opah,” konon kata teman saya, Sajida Putri, judul aslinya si “Terompah untuk Opah.” Saya … Lanjutkan membaca Romantika Terompah Opah

Sapu Tangan buat UN

Kalau tadi udah ada tips buat adik-adik yang mau ikut Khidmatul Ummah, nah sekarang gilirannya buat yang mau ikut UN. UN atau Ujian Nasional emang udah jadi ritual tahunan di Indonesia. Udah kayak Idul Fitri aja yang ada tiap tahun. Entah sejak kapan, yang pasti dulu waktu SD saya dengar istilah EBTANAS. G tau itu sama atau beda sama UN sekarang.

Yaudah, lupakan sejarahnya. Yang penting, hadapi dengan senyuman. Ini serius nih, UN ntar hadapi dengan senyuman. Masalahnya UN itu udah kelewat didramatisir. Hasilnya, UN jadi momok menakutkan bagi siapa aja. Baik sekolah, orang tua, dan pastinya si siswa yang mau ikut ujian. Itulah mengapa semua sekolah benar-benar ketat mempersiapkan segala sesuatu untuk UN ini. Itu juga mengapa ada pro-kontra tentang UN ini atau selalu ada berita seram seperti “Siswi SMP Gantung Diri karena Takut tak Lulus UN.”

Lanjutkan membaca “Sapu Tangan buat UN”

Demi Kebangkitan Nasional, Masih Perlukah UN?

Tahun lalu, 20 Mei 2014 sebuah acara Talks Show di televisi swasta dengan tema Kebangkitan Pendidikan Indonesia mengundang seorang siswa SMA peserta Ujian Nasional (UN) yang mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan terkait kecurangan di UN. Dalam acara tersebut, Nurmillaty, begitu nama siswa terkait, menyebut beberapa hal yang aneh selama UN, yaitu problem bobot soal, soal yang sama persis dengan soal di luar negeri, dan … Lanjutkan membaca Demi Kebangkitan Nasional, Masih Perlukah UN?

Pesantren dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

Terbit di Majalah Sarung edisi 1/Januari 2011, disarikan dari wawancara bersama Dr. Phill. Sahiron Syamsuddin, M.A  [Direktur Pusat Studi dan Pengembangan Pesantren (PSPP) dan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, CRCS-ICRS UGM, UNSIQ Wonosobodan ISIF Cirebon

Pesantren dulu, sekarang, dan Mendatang

Pesantren merupakan tempat yang sangat ideal untuk pendidikan anak-anak Indonesia. Ia memiliki tradisi-tradisi baik, yang mendukung proses pembentukan jiwa ilmiyyah sekaligus amaliyyah seorang pelajar (baca: santri). Pesantren mengajarkan ilmu-ilmu praktis Islam, yang lebih bersifat amaliyyah seperti shalat, puasa, baca Alquran, dan sebagainya. Lebih jauh, pesantren juga mengajarkan pendalaman keilmuan keislaman dengan modal bahasa Arab dan pembacaan kitab-kitab turats yang banyak dikenal dengan kitab kuning. Lanjutkan membaca “Pesantren dan Masa Depan Pendidikan Indonesia”