Mengenal Literatur Qur’an Klasik Di Indonesia (Abad 16-19)

juga dimuat di surauparabek.com Upaya untuk menggali tradisi pemikiran Islam melalui karya-karya ulama Nusantara menguat beberapa waktu belakangan. IAIN Surakarta yang dimotori pakar Tafsir Nusantara, Islah Gusmian, mengumpulkan dan mengkaji manuskrip-manuskrip terkait Al-Quran. Semangat yang sama juga menguat di banyak universitas serta peneliti-peneliti lainnya; salah satu contohnya Jurusan IAT UIN Sunan Kalijaga beberapa saat yang lalu mengadakan perjalanan ke berbagai wilayah untuk mengumpulkan manuskrip-manuskrip. Terlepas … Lanjutkan membaca Mengenal Literatur Qur’an Klasik Di Indonesia (Abad 16-19)

Is context Important?

 

A friend accidentally saw the last sentece of my inbox email from a girl, “I love you. I can’t wait to see you on our great day in August.” He suddenly concluded something, and once he met my other friend, the closest one, he asked whether I would be marrying soon. He said no, and the email must be from my little sister as we planned to graduate on the same day. A question rises here; why could this happen? There is a simple answer; a text (or conversiation in this case) has context, and the awareness on it affects the quality of understanding. I would say the same case happens with any text, including the Qur’an. Lanjutkan membaca “Is context Important?”

Ayo Taubat Bahasa!!!

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan beasiswa kursus bahasa Inggris Intensif di IALF berkat donasi dari Kemenag. Satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah bermimpi untuk mengalokasi begitu besar budget untuk kursus bahasa Inggris. Kursus IALF itu muahhhaalll sekali saudara-saudara. Apalagi dengan kondisi Rupiah yang semakin hari semakin menyusut ini; seperti kerupuk yang disirami kuah soto, tinggal nunggu dimakan sama pelanggan. Konon katanya instruktur di sini … Lanjutkan membaca Ayo Taubat Bahasa!!!

Tentang Kerangka Teori

Gimana sih teori itu? Beberapa waktu belakangan saya sering mendapatkan pertanyaan seputar kerangka teori. Menunggu subuh setelah melihat kemenangan dramatis Barcelona dan kekalahan Chelsea, saya ingin menuliskan apa yang saya pahami tentang hal ini. Considering that I am not a professional researcher, maka apa yang akan Anda baca bisa jadi salah namun semoga saja benar. Konon katanya, kerangka teori adalah sesuatu yang menjadikan ilmu itu … Lanjutkan membaca Tentang Kerangka Teori

Seputar Langgam Bacaan Al-Quran

Kontroversi seputar langgam bacaan Al-Quran tidak perlu dibesar-besarkan. Hadis memiliki tingkat kualitas dan kebetulan hadis yg dikutip untuk melarangnya tingkat kualitasnya rendah dan tdk bisa jadi hujjah. Al-Quran diwahyukan secara lafzi. Jadi, Al-Quran harus dibaca sesuai dg lafz nya. Artinya, Al-Quran harus dibaca dg tajwid yg pas. Langgam/irama bacaan Al-Qur’an hanyalah urusan teknis yg bahkan posisinya di bawah tajwid. Membaca Al-Quran wajib dg tajwid, tapi boleh tanpa irama. Membaca datar tanpa notasi namun dengan tajwid itu boleh. Lanjutkan membaca “Seputar Langgam Bacaan Al-Quran”

Konsep Kunci Tafsir Al-Qur’an ala Dawam Raharjo

Dimuat di Jurnal Ilmu Al-Quran & Hadis Vol. 4 No. 1/ Januari 2014 Jurusan Tafsir-Hadis IAIN Padang. Versi PDF bisa didownload di sini dan di sini. Abstract: Dawam Raharjo is a social scholars who has great attention to Qur’anic commentaries (tafsi>r al-Qur’a>n). Eventhough he does not have the great understanding about qawa>id al-tafsi>r or some other principles in tafsi>r, somehow he has produced a book … Lanjutkan membaca Konsep Kunci Tafsir Al-Qur’an ala Dawam Raharjo

Hermeneutika Hasan Hanafi dan Relevansinya Terhadap Indonesia

Dimuat di Jurnal al-Aqidah, Vol. 6, Edisi 2, Desember 2014, Jurusan Aqidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin, IAIN Imam Bonjol Abstract: Qur’anic studies of Hasan Hanafi is the third of his triad-massive-project. As a devotee of subjectivis hermeneutics, he comes from the reality into the text. Hasan Hanafi insists that interpreter has to own political commitment before re-interpreting Qur’anic text. He applies liberation hermeneutics as of … Lanjutkan membaca Hermeneutika Hasan Hanafi dan Relevansinya Terhadap Indonesia

Belajar Al-Qur’an ke Barat, Untuk Apa?

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Ia merupakan kitab suci bagi Muslim, yang dengannya Muslim seluruh dunia hidup dan kepadanya Muslim memiliki rasa hormat dan cinta. Akan tetapi, kita juga harus menyadari, bahwa meskipun demikian, Al-Qur’an bukan hanya milik orang Islam. Bahwasanya ia kitab suci bagi Muslim, iya. Bahwasanya Muslim telah mempelajari sepanjang sejarah dan terus akan mempelajarinya hingga kapanpun juga kenyataan … Lanjutkan membaca Belajar Al-Qur’an ke Barat, Untuk Apa?

John Burton dan Sejarah Al-Quran

Wansbrough dan John Burton bergerak di bawah pengaruh Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht. Ignaz dan Schacht sama-sama membahas hadis dan keduanya sampai pada kesimpulan bahwa kemunculan hadis bergantung pada kondisi ruang dan waktu abad ketiga. Hadis bukanlah rekaman historis Nabi Muhammad, melainkan resepsi orang abad ke-3 tentang Nabi Muhammad. Goldziher dan Schacht sama-sama meyakini bahwa hadis terbentuk dari pengaruh ruang dan waktu, bukan berdasarkan transmisi. … Lanjutkan membaca John Burton dan Sejarah Al-Quran

“Gengsi” Bahasa Arab?

cuitan-ustadz-yusuf-mansur-di-media-sosial-twitter-_141105013814-126Suatu ketika paman saya berkata, “Jika ada sobekan kertas tertulis tulisan Arab berserakan, ia menjadi gemetar.” Saya tidak tau apakah yang ia lihat memang sobekan Alquran atau tidak. Tapi intinya, ketika itu yang ia ingat adalah Alquran. Secara sederhana terlihat jelas ia mengidentikkan bahasa/tulisan Arab dengan Alquran. Sebagai muslim yang dianugerahi kitab suci, Alquran, sangat wajar jika ia bergetar melihat sobekan ‘Alquran’ berserakan.

Ketika itu saya menjawab, “Tidak mesti begitu, Alquran memang berbahasa Arab, namun bukan hanya Alquran yang menggunakan bahasa Arab. Orang Arab juga menggunakan bahasa Arab untuk segala aktifitas tulisan mereka, seperti iklan, atau mungkin surat cinta untuk muda-mudi.” Memang begitu bukan? Orang Arab juga memiliki aktifitas hidup sendiri. Itu berarti mereka juga menggunakan bahasa mereka untuk aktifitas itu. Mereka menggunakan bahasa Arab untuk kebaikan bahkan juga keburukan. Jika mereka khutbah keagamaan, mereka menggunakan bahasa Arab dan mengutip Alquran. Jika mereka ingin menipu dan membual, yang mereka gunakan juga bahasa Arab. Itu berarti, bahasa Arab tidak identik dengan Alquran, meskipun Alquran menggunakan bahasa Arab. Lanjutkan membaca ““Gengsi” Bahasa Arab?”